Langsung ke konten utama

Postingan

Dia Yang Pergi di Sore

  Serial Cermin (Cerita Mini) Hamdan “Apa kamu selalu datang ke taman kota ini sendirian?” tanya Wulan sambil duduk di bangku sebelahku. Aku menutup buku dan menoleh. “Kadang. Tergantung apakah hari ini saya ingin ketenangan atau kebisingan.” Wulan tersenyum. “Berarti hari ini?” “Ketenangan,” jawabku singkat. Sejak sore itu, Wulan juga sering muncul tanpa perlu janji lebih dulu. Kami berbicara tentang hal-hal kecil yang sebagian kadang tiba-tiba menjadi penting. Tentang hujan yang datang terlalu cepat, rencana hidup yang terlalu jauh, dan rasa lelah yang tak tahu harus diletakkan ke mana. Wulan lebih banyak bertanya, aku lebih sering diam. Tapi entah bagaimana, diam itu terasa dia mengerti. “Kamu seperti orang yang takut kehilangan,” katanya suatu hari. Aku menggeleng. “Aku hanya tidak ingin berharap berlebihan.” Wulan menatapku lama. “Kadang berharap itu satu-satunya cara bertahan.” Aku ingin membantah, tapi kata-katanya tertanam di dadaku. Tangannya pernah hampir menggenggam tang...

Membaca Allamungang Batu sebagai Teks Komunikasi Budaya

Oleh: Hamdan eSA Situs Bersejarah  Allamungan Batu di Luyo, Sulawesi Barat (Foto: kompadansamandar, telah diedit) Dalam kajian komunikasi budaya, ruang dan artefak tidak cukup dipahami sekedar sebagai objek material. Lebih dari itu, sejatinya ia dipahami sebagai medium penyampai makna. Kebudayaan berkomunikasi melalui simbol, ritus, dan penanda ruang yang merekam serta mentransmisikan nilai-nilai kolektif. Situs Allamungang Batu di Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, merupakan salah satu contoh penting bagaimana artefak budaya berfungsi sebagai teks komunikasi yang hidup dalam memori sosial masyarakat Mandar. Situs ini merupakan simbol perjanjian sejumlah kerajaan Pitu Ulunna Salu ( tujuh kerajaan di wilayah pegunungan) dan Pitu Ba q bana Binanga ( tujuh kerajaan di wilayah hulu) . Selama ini, situs-situs budaya lokal kerap dibaca dari sudut pandang sejarah atau arkeologi semata. Padahal, pendekatan komunikasi budaya membuka ruang tafsir yang lebih luas. Pendekatan komun...

Epistemologi Klik: Cara Baru Manusia Mengetahui di Era Digital

Oleh: Hamdan eSA Apakah manusia modern masih mencari kebenaran, atau sekadar mengklik yang paling menarik? Pertanyaan ini menandai pergeseran mendasar dalam cara manusia memperoleh pengetahuan pada era digital.  Jika di masa lalu pengetahuan dicapai melalui proses berpikir, membaca, meneliti, dan berdialog secara mendalam, kini pengetahuan sering hadir dalam bentuk instan — hanya sejauh satu klik di layar. Tindakan klik bukan lagi sekadar gerakan jari di atas gawai, melainkan simbol dari perubahan epistemik: cara baru manusia “mengetahui” sesuatu di tengah derasnya arus informasi. Kita hidup dalam masyarakat yang disebut oleh Jean Baudrillard sebagai masyarakat simulakra — dunia di mana representasi menggantikan realitas. Dalam konteks ini, klik menjadi gerbang bagi simulasi pengetahuan. Manusia modern percaya ia mengetahui sesuatu karena telah mengklik tautan, membaca unggahan, atau menonton video pendek, meskipun tanpa proses validasi rasional ataupun pemahaman mendalam.  Da...

Kita dan Short Video

  Oleh: Hamdan eSA Di tengah derasnya arus informasi dan derasnya kompetisi atensi, masyarakat hari ini hidup dalam zaman yang ditandai oleh kecepatan ( speed y ) dan keringkasan ( b revity ) . Kita menyaksikan sebuah pergeseran besar dalam kebudayaan, yakni; orang lebih tertarik menonton potongan video berdurasi ringkas ketimbang membaca artikel panjang, mendengarkan ceramah utuh, atau menyimak diskusi mendalam. Fenomena ini bukan sekadar tren media sosial, melainkan representasi dari karakteristik zaman yang bisa disebut sebagai era instan, visual, dan algoritmik , sebuah masa di mana kecepatan mengalahkan kedalaman dan impresi menggeser refleksi. Video ringkas , seperti yang beredar di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, atau Facebook Stories , bagaikan gula digital yang mengaktifkan dopamin dengan cepat di dalam otak. Ia mudah dikonsumsi, ringan, menyenangkan, dan seringkali minim tuntutan intelektual. Tidak membutuhkan konsentrasi panjang, tidak menuntut komitmen serius...
  andankji.com--Polewali Mandar – Pusat Kajian Islam Inklusif menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pondok Pesantren di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2025 ini, dihadiri oleh perwakilan Pondok Pesantren se-Kabupaten Polewali Mandar serta dua anggota DPRD setempat. Forum diskusi ini tidak hanya menjadi media sosialisasi, tetapi juga bagian dari proses pengambilan masukan dan penyempurnaan naskah akademik sebelum Ranperda ini dibahas lebih lanjut di tingkat legislatif. Kehadiran anggota DPRD, Rudi dan Abdul Muin, dalam forum tersebut memberikan sinyal positif bagi segera terwujudnya payung hukum bagi pesantren di daerah itu. Dalam sambutannya, Rudi yang merupakan salah satu fraksi inisiator Ranperda, menegaskan komitmen dewan untuk mengesahkan Perda Pesantren dalam waktu dekat. "Perda Pesantre...

Mapala Unasman Gelar Edukasi dan Technical Meeting Penghijauan Hutan Lindung di Tutar

Sumber: Dokumentasi Mapala Unasman andankji. com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Al Asyariah Mandar (Mapala Unasman) menggelar kegiatan Edukasi & Technical Meeting Penghijauan Kawasan Hutan Lindung di Dusun Seppong, Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, pada 15–17 Oktober 2025.  Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program nasional FOLU Net Sink 2030 , yang menargetkan sektor kehutanan Indonesia menjadi penyerap karbon bersih pada tahun 2030. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, DLHK Kabupaten Polewali Mandar, Pemerintah Desa Piriang Tapiko, Kelompok Tani, serta masyarakat setempat.  Sejumlah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar juga hadir memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Dalam kegiatan penghijauan tersebut, para peserta menanam berbaga...

FISIP Unasman Gelar Seminar Nasional Bahas Demokrasi dan Keadilan di Era Disrupsi Global

  andankji.com ~Polewali Mandar — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menggelar Seminar Nasional dan Call for Paper bertema “Demokrasi, Keadilan, dan Kesejahteraan di Era Disrupsi Global” , Sabtu 11 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid , yakni daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung MK Unasman, dengan jumlah peserta mencapai 100 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta terdiri atas dosen, mahasiswa, peneliti, serta praktisi pemerintahan dan komunikasi. Suasana kegiatan berlangsung antusias sejak sesi pembukaan hingga penutupan. Seminar menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan akademisi di antaranya; Idham Arsyad, M.Si (Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia); Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si (Wakil Dekan I FISIP UMS Rappang); Dr. Rustam, S.Sos., M.A.P (FISIP Unasman); Dr. Muh. Ibnu Fajar Rahim, S.H., M.H (Kejaksaan Agung RI); Dr. Ahmad Al Yakin...