Serial Cermin (Cerita Mini) Hamdan “Apa kamu selalu datang ke taman kota ini sendirian?” tanya Wulan sambil duduk di bangku sebelahku. Aku menutup buku dan menoleh. “Kadang. Tergantung apakah hari ini saya ingin ketenangan atau kebisingan.” Wulan tersenyum. “Berarti hari ini?” “Ketenangan,” jawabku singkat. Sejak sore itu, Wulan juga sering muncul tanpa perlu janji lebih dulu. Kami berbicara tentang hal-hal kecil yang sebagian kadang tiba-tiba menjadi penting. Tentang hujan yang datang terlalu cepat, rencana hidup yang terlalu jauh, dan rasa lelah yang tak tahu harus diletakkan ke mana. Wulan lebih banyak bertanya, aku lebih sering diam. Tapi entah bagaimana, diam itu terasa dia mengerti. “Kamu seperti orang yang takut kehilangan,” katanya suatu hari. Aku menggeleng. “Aku hanya tidak ingin berharap berlebihan.” Wulan menatapku lama. “Kadang berharap itu satu-satunya cara bertahan.” Aku ingin membantah, tapi kata-katanya tertanam di dadaku. Tangannya pernah hampir menggenggam tang...