Langsung ke konten utama

FISIP Unasman Gelar Seminar Nasional Bahas Demokrasi dan Keadilan di Era Disrupsi Global

 

andankji.com~Polewali Mandar — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menggelar Seminar Nasional dan Call for Paper bertema “Demokrasi, Keadilan, dan Kesejahteraan di Era Disrupsi Global”, Sabtu 11 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung MK Unasman, dengan jumlah peserta mencapai 100 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta terdiri atas dosen, mahasiswa, peneliti, serta praktisi pemerintahan dan komunikasi. Suasana kegiatan berlangsung antusias sejak sesi pembukaan hingga penutupan.


Seminar menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan akademisi di antaranya; Idham Arsyad, M.Si (Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia); Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si (Wakil Dekan I FISIP UMS Rappang); Dr. Rustam, S.Sos., M.A.P (FISIP Unasman); Dr. Muh. Ibnu Fajar Rahim, S.H., M.H (Kejaksaan Agung RI); Dr. Ahmad Al Yakin, S.Ag., M.Pd (Wakil Rektor I Unasman); dan Dr. Hamdan, S.Ag., M.Ag (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unasman). Seminar dipandu oleh Ahmad Saleh, S.IP., M.AP.


Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran universitas dalam memperkuat kesadaran demokrasi dan keadilan sosial di tengah arus digitalisasi.


“Kampus Unasman senantiasa berkoitmen dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan mendorong peran perguruan tinggi. Kita harus hadir memberi arah dan makna terhadap perubahan sosial dan dinamika global. Demokrasi dan keadilan hanya dapat tumbuh bila ilmu pengetahuan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal,” ujar Rektor Unasman.


Sementara itu, Dekan FISIP Unasman, Dr. Muhammad Massyat, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum reflektif bagi kalangan akademik dan praktisi untuk merespons perubahan global yang cepat.


“Era disrupsi digital menuntut kita untuk terus memperbarui cara berpikir dan berkomunikasi dalam ruang publik. Melalui forum ilmiah ini, FISIP Unasman ingin memperkuat kontribusi akademik dalam membangun demokrasi yang inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.


Artikel yang masuk dalam kegiatan seminar ini akan dipublikasikan di Jurnal nasional terindeks SINTA. Kegiatan serupa akan dilaksanakan FISIP Unasman pada bulan berikutnya dalam Seminar International. (h&)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...