Oleh Hamdan eSA Dalam perpektif Komunikasi, ruang kerja seorang profesor, intelektual, cendekiawan, akademisi, pejabat dengan titel tinggi, dinding bukan sekadar pembatas arsitektural. Dinding merupakan kanvas legitimasi. Pada kanvas itu, tertera deretan ijazah, jajaran sertifikat kepakaran, foto penganugerahan gelar dan prestasi yang terbingkai mewah. Juga berjajar rak-rak yang berdesakan oleh tumpukan buku dan jurnal bereputasi. Setiap benda yang tertempel menyampaikan pesan nirlisan yang konsisten, bahwa ruang ini dibangun di atas fondasi meritokrasi, dedikasi intelektual, serta validasi kualifikasi formal yang sangat panjang. Namun, di salah satu sudut dinding yang paling kasatmata, dalam posisi lebih tinggi, tergantung pula foto resmi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka sesuai tata cara protokoler kenegaraan. Kehadiran potret tersebut menghadirkan pemandangan yang unik sekaligus enigmatik jika dibaca melalui kacamata ilmu komunikasi visual dan politik. Di satu...