Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Beberapa hari sebelum Ramadhan dimulai, pesan-pesan singkat mulai bermunculan di berbagai percakapan digital. Di grup keluarga, seseorang menulis, “Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin”. Di media sosial, orang mengunggah gambar bertema Ramadhan dengan ucapan yang serupa. Di kantor, rekan kerja yang beragama berbeda juga ikut mengatakan, “Selamat berpuasa”. Kalimat itu sangat sederhana. Hanya dua kata: selamat berpuasa. Tapi dalam kehidupan sosial, ucapan sederhana seperti ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar rangkaian kata. Dalam perspektif interaksi simbolik George Herbert Mead, kehidupan sosial manusia dibangun melalui pertukaran simbol yang memiliki makna bersama. Bahasa adalah salah satu simbol paling penting dalam proses ini. Melalui kata-kata, manusia tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan sosial, mengakui identitas, dan menegaskan posisi dirinya dalam suat...