Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Perdebatan mengenai penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri selalu berulang setiap tahun. Menghadirkan terus-menerus ketegangan klasik antara teks dan konteks dalam praktik keagamaan Islam. Mendebatkan “hilal” seakan menjadi ritual penting menyambut Ramadhan dan Syawal. Setara pentingnya dengan ibadah puasa dan shalat Id itu sendiri. Di satu sisi, terdapat dorongan untuk mempertahankan kesetiaan pada teks hadis dari Nabi Muhammad yang menyatakan, “berpuasalah karena melihat hilal.” Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menawarkan cara yang jauh lebih akurat dalam menentukan posisi bulan tanpa harus bergantung pada pengamatan langsung. Ketegangan ini bukan sekadar persoalan metode, melainkan mencerminkan problem yang lebih dalam. Bagaimana umat Islam memaknai tanda-tanda agama di tengah perubahan zaman. Secara konseptual, hilal adalah tanda alam ( sign ) yang berfungsi sebagai indikator masuk dan berakhirnya wak...