Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Bulan suci Ramadhan sering dipahami sebagai momentum spiritual yang memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Namun, jika dilihat melalui perspektif teori identitas sosial, pengalaman kolektif selama Ramadhan juga dapat memperlihatkan dinamika pembentukan batas-batas kelompok dalam masyarakat. Seperti ynng telah dijelaskan pada dua esai sebelumnya, Teori Identitas Sosial yang dikembangkan oleh Henri Tajfel menjelaskan bagaimana individu cenderung mengategorikan dirinya dan orang lain ke dalam kelompok tertentu. Lebih jauh, identifikasi tersebut kemudian membentuk pola hubungan antara ingroup (kelompok dalam) dan outgroup (kelompok luar). Dalam konteks Ramadhan, dinamika ini dapat memunculkan potensi eksklusivitas sekaligus membuka peluang bagi praktik inklusivitas sosial. Dalam masyarakat Muslim, Ramadhan menjadi salah satu simbol kuat yang memperkuat identitas kolektif tersebut. Praktik seperti puasa, shala...