Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Pada suatu sore di bulan Ramadhan, seorang pemuda berdiri di depan seorang penjual makanan kecil di pinggir jalan. Ia membeli beberapa bungkus takjil, lalu memberikannya kepada seorang pengemis tua yang duduk di dekat trotoar. Adegan itu sebenarnya sederhana. Seseorang berbagi makanan dengan orang lain. Tetapi sebelum makanan itu berpindah tangan, seorang temannya sudah lebih dulu mengangkat ponsel dan merekam momen tersebut. Beberapa jam kemudian, video itu muncul di media sosial. Musik latar yang menyentuh ditambahkan. Tulisan “berbagi di bulan suci” muncul di layar. Komentar pun berdatangan. Ada yang terharu, ada yang memuji, ada pula yang membagikannya kembali. Kisah seperti ini semakin sering kita temui di era media digital. Banyak tindakan kebaikan tidak hanya dilakukan, tetapi juga ditampilkan. Kedermawanan, doa, tangis haru, bahkan momen ibadah sering hadir sebagai bagian dari narasi visual yang dibagikan kepada publik. *** ...