Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Di bulan Ramadhan, bila diibaratkan sebagai orang, media sosial berubah wajah. Ia berjalan dengan wajah yang beda dari sebelumnya. Linimasa yang biasanya dipenuhi berbagai topik tiba-tiba dipenuhi nuansa religius. Ada video sahur bersama keluarga, ada potongan ceramah singkat, kutipan ayat dengan latar musik lembut, hingga vlog perjalanan berburu takjil. Hampir setiap hari ada konten baru yang mengangkat suasana Ramadhan. Bulan suci tidak hanya dijalani, tetapi juga diproduksi, direkam, dan disebarkan. Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, bahwa Ramadhan kini juga hidup sebagai konten komunikasi. Dalam perspektif teori simulasi dari Jean Baudrillard, masyarakat modern tidak hanya hidup dalam realitas, tetapi juga dalam jaringan representasi dalam bentuk gambar, simbol, dan narasi yang beredar melalui media. Dalam dunia yang dipenuhi media, realitas sering hadir kepada kita bukan melalui pengalaman langsung, tetapi melalui representasinya....