Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Seorang dosen dikenal tegas dan cepat berbicara saat di kelas. Ia jarang memberi jeda, penjelasannya mengalir seperti deret poin yang harus segera selesai. Saat Ramadhan, mahasiswanya merasakan sesuatu yang berbeda. Ia berbicara lebih pelan, memberi ruang tanya lebih panjang, bahkan beberapa kali tersenyum sebelum menjawab. Suatu hari seorang mahasiswa datang terlambat. Biasanya ia langsung menegur. Kali itu ia hanya berkata, “Silakan duduk. Lain kali lebih awal, ya”. Seusai kelas, seorang mahasiswa berbisik, “Bapak kelihatan lebih tenang bulan ini”. Mungkin bukan hanya kata-katanya yang berubah. Cara ia berdiri, menatap, dan memberi jeda, semuanya seperti sedang menyampaikan pesan tanpa suara. *** Puasa sering dipahami sebagai praktik menahan lapar dan dahaga. Ia ditempatkan dalam kerangka disiplin spiritual yang bersifat internal; hubungan antara manusia dan Tuhan. Namun jika kita melihat lebih jernih, puasa tidak berhenti pada w...