Langsung ke konten utama

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNASMAN Gelar Workshop Anti Bullying di SMP Negeri Katumbangan Lemo

Pose bersama Peserta dan Mahasiswa KKN Unasman

Polewali Mandar - andankji.com ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik PUMD Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan XLI Tahun 2026 melaksanakan program kerja berupa workshop anti-bullying di SMP Negeri Katumbangan Lemo, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Workshop Anti-Bullying bagi Siswa SMP” sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Workshop yang berlangsung di aula SMP Negeri Katumbangan Lemo tersebut diikuti oleh 40 siswa dari kelas VI, VII, dan IX. Kegiatan dikoordinir dan dimoderatori oleh Lisma, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar.

Lisma: Moderator dan Penanggungjawab Kegitan

Acara dimulai pukul 10.00 WITA dengan pemaparan materi oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNASMAN, Dr. Hamdan, S.Ag., M.Ag. Dalam materinya ia menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja, berulang kali, dan bertujuan untuk menyakiti atau menyampaikan kepada pihak yang lebih lemah.

Pemateri menguraikan berbagai jenis bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Ia juga pentingnya pemahaman siswa dalam membedakan antara bullying dan bercanda. Menurutnya, bercanda dilakukan atas dasar kesepakatan dan tidak menyakiti, sedangkan bullying selalu meninggalkan luka dan ketakutan pada korban.

Lebih lanjut, Dr. Hamdan memaparkan dampak bullying yang sangat serius. Bagi korban, bullying dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, menurunnya kepercayaan diri, isolasi sosial, hingga penurunan prestasi akademik. 

Sementara bagi pelaku, berpotensi menumbuhkan kebiasaan kekerasan, kesulitan mengendalikan emosi, serta risiko masalah hukum di masa depan. Dampak bullying juga merugikan lingkungan sekolah dan keluarga karena menciptakan suasana yang tidak aman.

Dalam sesi berikutnya, siswa diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda peserta didik yang mengalami bullying, seperti perubahan perilaku menjadi lebih pendiam, enggan ke sekolah, penurunan nilai, serta munculnya luka fisik yang tidak dapat dijelaskan.

Sebagai upaya pencegahan, pemateri tekanan pentingnya peran semua pihak. Siswa didorong untuk tidak menjadi penonton, berani membela korban, serta melaporkan kejadian bullying kepada guru atau pihak sekolah. Korban bullying juga diimbau untuk tidak diam, berani bercerita kepada orang dewasa terpercaya, dan menyadari bahwa mereka tidak bersalah.

Workshop yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini berjalan dengan lancar dan interaktif, diselingi sesi tanya jawab antara siswa dan pemateri. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama siswa KKN, pemateri, dan siswa SMP Negeri Katumbangan Lemo. (im)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Penuh Antusias

Aktivitas Latihan Gerak Jalan, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq andankji.com - Polewali Mandar . ~   Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, MTs Maarif NU Pulau Salamaq menyambut hari bersejarah ini dengan semangat dan kebanggaan. Seperti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar, bahkan di seluruh Indonesia, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai kegiatan. Para guru dengan tekun melatih siswa mengikuti beragam perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba gerak jalan. Persiapan upacara bendera pun dilakukan secara khidmat, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa. Marsyud Husain Dawai, guru MTs Pulau Salamaq, menjelaskan:  " Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, gerak jalan ini juga mengajarkan kepada siswa tentang perjuangan para pahlawan yang berjalan jauh dalam merebut kemerdekaan". Marsyud Husain Dawai,  guru MTS Pulau Salamaq Kepala Sekolah MTs Ma'arif NU Pulau Salama...

Seminar dan Dialog di Pantai Babatoa: Menguatkan Kearifan Lokal dan Komitmen Lingkungan

Suasana Pembukaan Seminar dan Dialog a ndankji.com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa dan komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan menggelar Seminar dan Dialog bertema "Ekosistem, Manusia Pesisir, dan Kearifan Lokal", Sabtu pagi, 21 Juni 2025, di Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) bersama Komunitas Laut Biru. Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Syariat Tajuddin, seorang akademisi sekaligus pakar budaya lokal, serta Muh. Putra Ardiansyah, pendiri Komunitas Laut Biru. Keduanya berbagi pandangan tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Dalam sambutannya, Camat Campalagian, Muhdar, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, yang selaras dengan program 100 hari kerja Bupati Polewali Mandar, khususnya dalam isu penanganan stunting, kesehatan untuk semua, pengurangan sampah dan banjir, sert...

Idul Fitri sebagai Peristiwa Sosial dan Budaya

Oleh Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman)   Suatu ketika sekitar saat mahasiswa awal, menjelang libur Ramadhan, saya ajukan tantangan pada teman-teman kos; “ayo, siapa berani memutuskan sedikit “urat rindu” dengan cara tidak pulang kampung sampai lebaran”? Meski tidak ada jawaban tegas, tapi akhirnya, memasuki Ramadhan ada dua teman yang nampaknya tidak mudik.   Demikianlah, sekitar sepuluh pertama Ramadhan kami telah kehabisan amunisi; uang, minyak tanah, dan bahan makanan. Wesel Pos tak datang-datang. Kami belum begitu terbiasa menjalani hidup di kota sebagai mahasiswa rantau masih besar malunya. Kami harus survival ke masjid untuk buka puasa. Berbuka sekaligus juga sebagai sahur.   Kami punya sebuah gitar milik teman yang mudik, tetapi tanpa senar 1, 2 dan 3. Saya berinisiatif menggunakan tali kopling motor sebagai pengganti senar agar dapat digunakan. Dengan gitar itu, setiap sore saya bernyanyi beberapa lagu yang itu-itu saja, berulang. Tetapi kadang air mata...