Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN UNASMAN Luncurkan Digitalisasi Website Persuratan Desa Tapango

 

Pose bersama Peserta, narasumber dan Mahasiswa KKN

TAPANGO POLMAN~andankji.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan XLI meluncurkan program unggulan berupa digitalisasi website persuratan Desa Tapango, Sabtu (31/1/2026) pukul 16.00 WITA, bertempat di Kantor Desa Tapango.

Program ini dilaksanakan sebagai respon atas pesatnya perkembangan informasi teknologi yang menuntut tata kelola pemerintahan desa untuk bertransformasi menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Program digitalisasi website persuratan Desa Tapango ini dikoordinatori oleh Muhammad Nahrun Ukasya, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Berbekal latar belakang keilmuannya, Nahrun berperan aktif mulai dari tahap perencanaan hingga perancangan sistem yang berfokus pada kebutuhan pengguna serta keinginan sistem di tingkat desa.

Kegiatan ini juga menghadirkan Muslihan, S.Kom., M.Kom, sebagai narasumber yang memberikan pelatihan teknis kepada aparat desa. Kehadiran narasumber tersebut memperkuat pelaksanaan program transformasi digital melalui pendampingan intensif terkait penggunaan dan pengelolaan sistem persuratan berbasis website.

Narasumber (Kiri): Muslihan, S.Kom., M.Kom

Sebelum program ini dilaksanakan, Desa Tapango masih menerapkan sistem persatan secara konvensional. Masyarakat harus datang langsung ke kantor desa untuk mengurus berbagai keperluan administrasi. Proses tersebut seringkali memerlukan waktu yang relatif lama, baik bagi masyarakat maupun aparat desa, serta berpotensi menimbulkan antrean dan ketidakefisienan efisiensi kerja.

Melalui program digitalisasi website persuratan ini, masyarakat Desa Tapango kini dapat mengajukan berbagai permohonan surat secara berani tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Di sisi lain, aparat desa juga terbantu dalam pengelolaan administrasi yang lebih terstruktur, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.

Bentuk kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan penggunaan website persuratan desa yang melibatkan aparat desa dan perwakilan masyarakat. Pelatihan difokuskan pada pengenalan fitur website, alur pengajuan persuratan secara digital, pemeliharaan data pemohon, serta proses verifikasi dan pencetakan surat oleh aparat desa. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah dipahami dan dapat dioperasikan secara mandiri oleh pihak desa.

Pelaksanaan program ini mendapat respon positif dari aparat desa dan masyarakat. Aparat desa menilai sistem digital tersebut mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi. Sementara itu, masyarakat merasakan kemudahan dalam mengakses layanan persuratan yang lebih praktis, transparan, dan tidak dibatasi oleh waktu.

koordinator: Muhammad Nahrun Ukasya

“Kami ingin mewariskan warisan digital yang nyata. Website ini menjadi langkah awal agar tata kelola Desa Tapango lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Nahrun Ukasya.

Inisiatif ini menjadi salah satu wujud semangat mahasiswa KKN Multitematik PUMD UNASMAN dalam mendorong terwujudnya pelayanan publik berbasis teknologi. Program ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat selama masa KKN, tetapi juga menjadi tonggak awal transformasi Desa Tapango menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih maju dan berkelanjutan, sejalan dengan tema “Kolaborasi Membangun Desa Tahun 2026” .

Adapun layanan administrasi digital Desa Tapango dapat diakses melalui laman resmi https://desatapango.my.id. (als)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...