| Pose Bersama Mahasiswa KKN dan Peserta SBBI |
Program SBBI digagas oleh tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNASMAN, yakni Alya Agus, Arfah, dan Musdalifa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang disusun berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan pengabdian di Desa Tuttula.
Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN, masih banyak ibu-ibu yang merasa ragu, malu, dan kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, seperti rapat desa, seminar, maupun diskusi kelompok. Kondisi ini dinilai berdampak pada minimnya partisipasi dan kontribusi pemikiran ibu-ibu dalam kegiatan desa.
“Banyak ibu-ibu sebenarnya memiliki ide dan pendapat yang baik, tetapi belum berani menyampaikannya karena rasa malu dan gugup,” ujar salah satu mahasiswa KKN di sela-sela kegiatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ke-17 masa penempatan mahasiswa KKN di Desa Tuttula ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak sore hari, para peserta mulai berdatangan ke lokasi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.
Acara dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Alya Agus. Dalam sambutannya, Alya menjelaskan bahwa program SBBI dirancang sebagai ruang belajar yang aman dan menyenangkan agar ibu-ibu lebih berani dan percaya diri dalam berbicara di depan umum.
Sesi pertama diisi oleh Arfah melalui metode pengenalan diri yang dikemas secara kreatif. Peserta diminta menuliskan identitas singkat, seperti nama, alamat, usia, dan aktivitas sehari-hari, kemudian menyampaikannya di hadapan peserta lain. Metode ini bertujuan melatih keberanian berbicara melalui topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, Alya Agus, Arfah, dan Musdalifa menyampaikan materi mengenai pentingnya kepercayaan diri dalam berbicara, cara membangun daya tarik dalam berkomunikasi, serta teknik dasar berbicara untuk promosi produk melalui media sosial.
Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Sejumlah ibu-ibu mengungkapkan bahwa rasa takut dan malu masih menjadi kendala utama ketika harus berbicara di hadapan banyak orang. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN memberikan motivasi serta tips praktis agar peserta dapat melatih kemampuan berbicara secara bertahap.
Sebagai penutup, panitia menggelar perlombaan public speaking dengan beberapa kategori, seperti pidato singkat dan simulasi promosi produk melalui media sosial. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian serta meningkatkan keterampilan berbicara peserta secara langsung. Panitia juga menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dengan penampilan terbaik.
Melalui program SBBI ini, mahasiswa KKN UNASMAN berharap ibu-ibu di Desa Tuttula dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, baik dalam kegiatan sosial maupun dalam mendukung aktivitas ekonomi keluarga, sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Komentar