Langsung ke konten utama

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

 

Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman

andankji.com, Polman ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024.

Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar.

Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bahwa Artika cukup cermat memilih tema dan menentukan ide, sehingga apa yang ia tulis tentunya memiliki relevansi dan dampak positif terhadap masyarakat. 

“Saya agak tersentak dengan ide ini. Saya membayangkan betapa kuat pengaruhnya jika dalam setiap minggu kita semua dapat dengan sadar menertibkan diri, sehari saja tanpa pelanggaran lalu lintas. Ini gerakan yang sangat luar biasa”, ungkap Kaprodi.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan Ditlantas Polda Sulbar ini sangat positif dalam rangka peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, dalam menciptakan inovasi yang mendukung keselamatan lalu lintas di Indonesia. 

“Kami berharap semoga ide adik Artika ini dapat kami tindak lanjuti bersama Polda Sulbar, untuk mewujudkan “gerakan sehari tanpa pelanggaran lalulintas, day without violations”, ungkap Hamdan.

Sementara itu, Artika merasa sangat syukur dan bangga dapat berkontribusi terhadap pengembangan keselamatan berlalulintas. 

“Saya sangat bersyukur dan bangga dapat meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang dilaksanakan oleh Polda Sulbar. Karya ini merupakan wujud kepedulian saya terhadap masalah keselamatan lalu lintas, terutama di kalangan generasi muda yang seringkali abai akan pentingnya keselamatan di jalan,” ujar Artika.

Dekan FISIP Unasman, Muhammad Massyat, S.Sos., M.I.Kom., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Artika. 

“Kami sangat bangga atas prestasi yang dicapai Artika. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional dengan ide-ide cemerlang yang bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. 

Dekan berharap, prestasi ini dapat memotivasi utamanya mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Unasman pada umumnya, untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang, khususnya dalam peningkatan kesadaran keselamatan lalulintas yang menjadi salah satu isu penting di Indonesia.

Ditlantas Polda Sulbar mengadakan Lomba Karya Ilmiah ini sebagai bagian dari perayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 yang jatuh pada tanggal 22 September 2024, dengan tujuan mengajak generasi muda untuk memberikan ide dan gagasan untuk Polantas yang lebih baik di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...