Langsung ke konten utama

Postingan

Mahasiswa KKN PUMD UNASMAN Gelar Seminar Revitalisasi Masjid dan Praktik Pengurusan Jenazah

Pose Bersama Pemateri, Warga, dan Mahasiswa Polewali Mandar ~ andankji.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PUMD Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar seminar bertema “Revitalisasi Masjid sebagai Pusat Pembelajaran Keagamaan dan Sosial serta Praktik Pengurusan Jenazah”, Jum'at 23 Januari 2026  di Masjid Jami Nurul Mujahidin, Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus masjid dan remaja masjid yang menjadi sasaran utama program kerja mahasiswa KKN. Seminar bertujuan untuk menguatkan kembali peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Masjid selama ini dikenal sebagai institusi sentral dalam kehidupan umat Islam. Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, peran masjid dinilai perlu diperluas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Salah satu potensi yang belum tergarap secara maksimal adalah fungsi...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unasman Pimpin Workshop Anti Hoaks di SMA Negeri 1 Tapango

Pose Bersama Polewali Mandar ~ andankji.com. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PUMD Universitas Al Asyariah Mandar Angkatan XLI Tahun 2026 melaksanakan program kerja di bidang literasi digital melalui Workshop Bijak Bermedia Sosial di SMA Negeri 1 Tapango, Jumat 23 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Karakter Digital Tangguh dan Anti Hoaks” sebagai respon atas meningkatnya penyebaran informasi palsu di media sosial. Workshop yang berlangsung di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Tapango ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Koordinator kegiatan, Alya Sahwa, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat desa, khususnya pelajar, agar lebih kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial. Mahasiswa KKN Unasman Angkatan XLI 2026 Desa Tapango  Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka oleh wakil Kepala SMA Negeri 1 Tapango. Dalam sambu...

Korupsi dan Ilusi Denda Damai: Ketika Uang Menggantikan Keadilan

  Oleh: Hamdan eSA Wacana denda damai bagi koruptor kembali mengemuka dengan dalih pragmatis: uang negara dapat segera kembali, proses hukum menjadi efisien, dan lembaga masyarakat tidak semakin sesak. Sekilas, argumen ini tampak rasional. Namun jika ditelusuri lebih dalam, gagasan mendamaikan korupsi dengan uang, ini justru mengandung persoalan serius. Ia mereduksi keadilan menjadi transaksi, dan menempatkan hukum dalam posisi tunduk pada kekuasaan serta kapital. Padahal kita ketahui bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan finansial, tetapi lebih dari itu adalah kejahatan moral dan sosial. Ia merusak kepercayaan masyarakat, menggerogoti legitimasi negara, serta menciptakan ketidakadilan struktural yang dampaknya jauh melampaui angka kerugian negara. Olehnya itu, menyelesaikan korupsi dengan denda damai bukan hanya problem yuridis, tetapi juga problem etis dan filosofis. Korupsi bukan kejahatan biasa. Ia bukan tindakan individu yang berdiri sendiri, melainkan kejahatan yang lah...

HALTE YANG HUJAN

  Cerita Mini (Cermin) Hamdan Biasanya pagi begini aku menunggumu di halte kecil dekat Jalan Pettarani. Kota Makassar belum sepenuhnya terjaga. Aspal masih lembab oleh sisa embun malam, dan pedagang buroncong sedang menyalakan pembakarannya. Aku hafal ritmenya, seperti aku hafal caramu datang. Langkah ringan, rambut ikal terikat sederhana, dan senyum yang entah kenapa selalu membuat pagi terasa lebih hidup. Tapi pagi ini berbeda. Hujan turun deras sejak subuh. Redah sebentar, menjadi spasi, lalu deras lagi. Titik air menumbuk atap halte seperti ingin mengusir siapa pun yang menyimpan harapan. Aku tetap di sini menanti dia, memeluk tas, menatap jalan yang mulai dipenuhi pete-pete warna merah dan biru.  Biasanya, di jam begini, Wulan sudah muncul dari mulut lorong, datang menyapaku dengan senyum dan lambaian kecil seolah kami baru saja bertemu. Ya, keistimewaan Wulan adalah setiap kali saat bertemu, ia mampu membuat suasana seperti baru pertama bertemu. Sekarang, setengah jam be...

Terlihat Dramatis Tapi Realitas

Penulis: Nuryadi, S.H, M.M Beberapa hari terakhir, media sosial dan portal berita dipenuhi kemarahan soal kasus keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Wajarlah, tak ada yang bisa menoleransi anak-anak yang jatuh sakit karena makanan yang seharusnya menyehatkan mereka. Tapi di tengah gelombang kemarahan ini, kita juga perlu jujur dan waras dengan mencoba melihat pada skala makro. K asus keracunan memang nyata, tapi tidak boleh menyamaratakan semua program, ada kurang lebih 10.000 lebih siswa yang dilaporkan terdampak keracunan. Itu angka besar, tapi kita juga harus jujur bahwa lebih dari 60 juta penerima MBG tidak mengalami hal serupa. Artinya, masalah ini bukan soal konsep programnya, melainkan soal pelaksanaan di titik-titik tertentu. Masalah keamanan pangan bukan hal sepele, tapi bisa diperbaiki tanpa harus mematikan program yang menyelamatkan jutaan anak dari kelaparan dan stunting. M enyalahkan pemerintah itu mudah, tapi mewujudkan solusi butuh kerja nyata . P rogram sebes...

Dia Yang Pergi di Sore

  Serial Cermin (Cerita Mini) Hamdan “Apa kamu selalu datang ke taman kota ini sendirian?” tanya Wulan sambil duduk di bangku sebelahku. Aku menutup buku dan menoleh. “Kadang. Tergantung apakah hari ini saya ingin ketenangan atau kebisingan.” Wulan tersenyum. “Berarti hari ini?” “Ketenangan,” jawabku singkat. Sejak sore itu, Wulan juga sering muncul tanpa perlu janji lebih dulu. Kami berbicara tentang hal-hal kecil yang sebagian kadang tiba-tiba menjadi penting. Tentang hujan yang datang terlalu cepat, rencana hidup yang terlalu jauh, dan rasa lelah yang tak tahu harus diletakkan ke mana. Wulan lebih banyak bertanya, aku lebih sering diam. Tapi entah bagaimana, diam itu terasa dia mengerti. “Kamu seperti orang yang takut kehilangan,” katanya suatu hari. Aku menggeleng. “Aku hanya tidak ingin berharap berlebihan.” Wulan menatapku lama. “Kadang berharap itu satu-satunya cara bertahan.” Aku ingin membantah, tapi kata-katanya tertanam di dadaku. Tangannya pernah hampir menggenggam tang...

Membaca Allamungang Batu sebagai Teks Komunikasi Budaya

Oleh: Hamdan eSA Situs Bersejarah  Allamungan Batu di Luyo, Sulawesi Barat (Foto: kompadansamandar, telah diedit) Dalam kajian komunikasi budaya, ruang dan artefak tidak cukup dipahami sekedar sebagai objek material. Lebih dari itu, sejatinya ia dipahami sebagai medium penyampai makna. Kebudayaan berkomunikasi melalui simbol, ritus, dan penanda ruang yang merekam serta mentransmisikan nilai-nilai kolektif. Situs Allamungang Batu di Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, merupakan salah satu contoh penting bagaimana artefak budaya berfungsi sebagai teks komunikasi yang hidup dalam memori sosial masyarakat Mandar. Situs ini merupakan simbol perjanjian sejumlah kerajaan Pitu Ulunna Salu ( tujuh kerajaan di wilayah pegunungan) dan Pitu Ba q bana Binanga ( tujuh kerajaan di wilayah hulu) . Selama ini, situs-situs budaya lokal kerap dibaca dari sudut pandang sejarah atau arkeologi semata. Padahal, pendekatan komunikasi budaya membuka ruang tafsir yang lebih luas. Pendekatan komun...