Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN PUMD UNASMAN Gelar Seminar Revitalisasi Masjid dan Praktik Pengurusan Jenazah

Pose Bersama Pemateri, Warga, dan Mahasiswa

Polewali Mandar ~ andankji.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PUMD Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar seminar bertema “Revitalisasi Masjid sebagai Pusat Pembelajaran Keagamaan dan Sosial serta Praktik Pengurusan Jenazah”, Jum'at 23 Januari 2026 di Masjid Jami Nurul Mujahidin, Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus masjid dan remaja masjid yang menjadi sasaran utama program kerja mahasiswa KKN. Seminar bertujuan untuk menguatkan kembali peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Masjid selama ini dikenal sebagai institusi sentral dalam kehidupan umat Islam. Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, peran masjid dinilai perlu diperluas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Salah satu potensi yang belum tergarap secara maksimal adalah fungsi masjid sebagai pusat inovasi pendidikan dan pelatihan masyarakat.

Pemateri pertama, Dr. Saifuddin, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama fungsi masjid yang mulai tergeser akibat modernisasi. Keempat pilar tersebut meliputi masjid sebagai pusat ibadah dan spiritual, pusat pendidikan (madrasah), pusat sosial dan pemberdayaan, serta pusat pemulihan atau pembinaan.

“Sudah saatnya kita kembali memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban yang integral, yang menyatukan langit (spiritual) dan bumi (sosial),” ujarnya.

Nara Sumber (berurut dari kiri): H. Muhammad Nusur, L.C., M.Pd.I. dan Dr. Saifuddin, S.Pd.I., M.Ag. 

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik pengurusan jenazah yang dipandu oleh H. Muhammad Nusur, L.C., M.Pd.I. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap tokoh agama dalam proses pengurusan jenazah. Hal tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara aspek spiritual dan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Landi Kanusuang diharapkan dapat memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sekaligus memiliki keterampilan praktis dalam pelaksanaannya.

Proses praktik pengurusan jenazah

Dalam pemaparannya, H. Muhammad Nusur menekankan bahwa momen paling menyentuh dalam pengurusan jenazah adalah saat mayit berada di hadapan keluarga sebelum kain kafan ditutup sepenuhnya. Menurutnya, momen tersebut merupakan refleksi paling mendalam tentang kematian dan perjalanan hidup manusia.

Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa hanya amal perbuatan yang akan menemani manusia di alam kubur, sementara keluarga dan harta akan ditinggalkan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah keluarga dan harta yang dimiliki menjadi amal saleh melalui pendidikan keluarga yang baik serta memperbanyak infak, sedekah, zakat, dan wakaf.

Sebagai penutup, kedua pemateri berharap agar masyarakat semakin memakmurkan masjid sehingga fungsinya sebagai pusat peradaban Islam dapat kembali terwujud di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman. (RhM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...