Langsung ke konten utama

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unasman Pimpin Workshop Anti Hoaks di SMA Negeri 1 Tapango

Pose Bersama

Polewali Mandar ~ andankji.com. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PUMD Universitas Al Asyariah Mandar Angkatan XLI Tahun 2026 melaksanakan program kerja di bidang literasi digital melalui Workshop Bijak Bermedia Sosial di SMA Negeri 1 Tapango, Jumat 23 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Karakter Digital Tangguh dan Anti Hoaks” sebagai respon atas meningkatnya penyebaran informasi palsu di media sosial.

Workshop yang berlangsung di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Tapango ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Koordinator kegiatan, Alya Sahwa, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat desa, khususnya pelajar, agar lebih kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Mahasiswa KKN Unasman Angkatan XLI 2026 Desa Tapango 

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka oleh wakil Kepala SMA Negeri 1 Tapango. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan edukasi literasi digital bagi siswa.

“Kegiatan ini sangat penting mengingat maraknya hoaks di media sosial. Kami berharap siswa SMA Negeri 1 Tapango dapat lebih berhati-hati dan bijak sebelum menyebarkan informasi,” ujarnya. Sambutan tersebut direspon antusias oleh para peserta.

Dalam kesempatan yang sama, Alya Sahwa menyampaikan terima kasih atas dukungan pihak sekolah terhadap pelaksanaan program KKN. Ia menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga pembentukan karakter digital yang jujur, bertanggung jawab, dan beretika, sejalan dengan nilai-nilai budaya Mandar.

Pj. Kegiatan bersama Narasumber

Pemaparan materi disampaikan oleh Dr. Hamdan, M.Ag., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri hoaks sebelum terjebak dan ikut menyebarkannya. Menurutnya, hoaks umumnya menggunakan judul bombastis dan provokatif, sumber yang tidak jelas, serta video yang dipotong sesuai keinginan, foto editan, serta sering kali mengajak untuk segera menyebarkannya.

“Hoaks menyerang emosi, bukan logika. Oleh karena itu, kita harus berhenti sejenak sebelum menyebarkan informasi,” tegasnya.

Ia kemudian memperkenalkan langkah praktis, yakni STOP, CEK, dan PIKIR sebagai cara sederhana menghadapi informasi di media sosial. STOP berarti tidak langsung membagikan informasi, CEK dengan memeriksa sumber, tanggal, dan membandingkan dengan media lain, serta PIKIR apakah informasi tersebut masuk akal atau tidak.

Peserta juga diberi tips sederhana seperti melakukan pencarian judul berita di mesin pencari dan memastikan informasi berasal dari akun resmi.

Pose Bersama

Workshop yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini berjalan dengan interaktif dan diselingi sesi tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN dan siswa SMA Negeri 1 Tapango. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta menjadi langkah awal terbentuknya sikap anti-hoaks di lingkungan sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Penuh Antusias

Aktivitas Latihan Gerak Jalan, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq andankji.com - Polewali Mandar . ~   Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, MTs Maarif NU Pulau Salamaq menyambut hari bersejarah ini dengan semangat dan kebanggaan. Seperti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar, bahkan di seluruh Indonesia, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai kegiatan. Para guru dengan tekun melatih siswa mengikuti beragam perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba gerak jalan. Persiapan upacara bendera pun dilakukan secara khidmat, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa. Marsyud Husain Dawai, guru MTs Pulau Salamaq, menjelaskan:  " Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, gerak jalan ini juga mengajarkan kepada siswa tentang perjuangan para pahlawan yang berjalan jauh dalam merebut kemerdekaan". Marsyud Husain Dawai,  guru MTS Pulau Salamaq Kepala Sekolah MTs Ma'arif NU Pulau Salama...

Seminar dan Dialog di Pantai Babatoa: Menguatkan Kearifan Lokal dan Komitmen Lingkungan

Suasana Pembukaan Seminar dan Dialog a ndankji.com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa dan komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan menggelar Seminar dan Dialog bertema "Ekosistem, Manusia Pesisir, dan Kearifan Lokal", Sabtu pagi, 21 Juni 2025, di Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) bersama Komunitas Laut Biru. Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Syariat Tajuddin, seorang akademisi sekaligus pakar budaya lokal, serta Muh. Putra Ardiansyah, pendiri Komunitas Laut Biru. Keduanya berbagi pandangan tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Dalam sambutannya, Camat Campalagian, Muhdar, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, yang selaras dengan program 100 hari kerja Bupati Polewali Mandar, khususnya dalam isu penanganan stunting, kesehatan untuk semua, pengurangan sampah dan banjir, sert...

Idul Fitri sebagai Peristiwa Sosial dan Budaya

Oleh Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman)   Suatu ketika sekitar saat mahasiswa awal, menjelang libur Ramadhan, saya ajukan tantangan pada teman-teman kos; “ayo, siapa berani memutuskan sedikit “urat rindu” dengan cara tidak pulang kampung sampai lebaran”? Meski tidak ada jawaban tegas, tapi akhirnya, memasuki Ramadhan ada dua teman yang nampaknya tidak mudik.   Demikianlah, sekitar sepuluh pertama Ramadhan kami telah kehabisan amunisi; uang, minyak tanah, dan bahan makanan. Wesel Pos tak datang-datang. Kami belum begitu terbiasa menjalani hidup di kota sebagai mahasiswa rantau masih besar malunya. Kami harus survival ke masjid untuk buka puasa. Berbuka sekaligus juga sebagai sahur.   Kami punya sebuah gitar milik teman yang mudik, tetapi tanpa senar 1, 2 dan 3. Saya berinisiatif menggunakan tali kopling motor sebagai pengganti senar agar dapat digunakan. Dengan gitar itu, setiap sore saya bernyanyi beberapa lagu yang itu-itu saja, berulang. Tetapi kadang air mata...