Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Pada esai kemarin kita melihat bagaimana media menentukan isu apa yang dianggap penting ( agenda setting ) selama Ramadhan. Esai kali ini kita akan melihat bagaimana isu yang dianggap penting tersebut ditampilkan kepada publik ( framing ). Media tidak hanya memilih topik tertentu untuk diberitakan, tetapi juga membingkai realitas dengan sudut pandang tertentu. Cara sebuah peristiwa diceritakan: apa yang ditonjolkan, apa yang dipinggirkan, dan bagaimana narasi disusun, akan memengaruhi cara masyarakat memahami Ramadhan itu sendiri. Dengan kata lain, setelah agenda publik terbentuk, media kemudian membangun bingkai makna yang memandu cara kita melihat bulan suci ini. Setiap kali bulan Ramadhan tiba, wajah media berubah dengan sangat cepat. Program televisi dipenuhi acara religi, portal berita menampilkan liputan tentang puasa dan aktivitas sosial, sementara media sosial dipenuhi konten dakwah, cerita spiritual, hingga rekomendasi kuliner ...