Langsung ke konten utama

MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Penuh Antusias

Aktivitas Latihan Gerak Jalan, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq

andankji.com - Polewali Mandar. ~ Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, MTs Maarif NU Pulau Salamaq menyambut hari bersejarah ini dengan semangat dan kebanggaan. Seperti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar, bahkan di seluruh Indonesia, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai kegiatan.

Para guru dengan tekun melatih siswa mengikuti beragam perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba gerak jalan. Persiapan upacara bendera pun dilakukan secara khidmat, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa.

Marsyud Husain Dawai, guru MTs Pulau Salamaq, menjelaskan: "Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, gerak jalan ini juga mengajarkan kepada siswa tentang perjuangan para pahlawan yang berjalan jauh dalam merebut kemerdekaan".

Marsyud Husain Dawai, guru MTS Pulau Salamaq

Kepala Sekolah MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq, Bapak Yusran, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang dalam: "Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan biasa. Ini adalah media untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan mempererat kebersamaan antar siswa. Kami ingin generasi muda memahami betapa besar pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan yang kita nikmati hari ini".

Marsyud Husain Dawai menambahkan: "Kami selalu menekankan kepada siswa tentang nilai-nilai perjuangan para pendahulu. Mereka harus tahu bagaimana beratnya perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan ini".

Antusiasme siswa terlihat jelas di setiap kegiatan. “Senang sekali bisa ikut merayakan HUT RI tahun ini. Selain seru, kami juga belajar banyak tentang kerja sama dan sportivitas,” ungkap salah satu siswi kelas VIII yang sedang giat berlatih gerak jalan.

Dengan mengusung tema resmi HUT RI ke-80 “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, pihak sekolah berkomitmen menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan edukatif yang tetap menyenangkan.

"Merdeka! Semoga semangat kemerdekaan ini terus menyala dalam diri setiap generasi muda Indonesia," tutup Bapak Yusran penuh harap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminar dan Dialog di Pantai Babatoa: Menguatkan Kearifan Lokal dan Komitmen Lingkungan

Suasana Pembukaan Seminar dan Dialog a ndankji.com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa dan komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan menggelar Seminar dan Dialog bertema "Ekosistem, Manusia Pesisir, dan Kearifan Lokal", Sabtu pagi, 21 Juni 2025, di Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) bersama Komunitas Laut Biru. Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Syariat Tajuddin, seorang akademisi sekaligus pakar budaya lokal, serta Muh. Putra Ardiansyah, pendiri Komunitas Laut Biru. Keduanya berbagi pandangan tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Dalam sambutannya, Camat Campalagian, Muhdar, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, yang selaras dengan program 100 hari kerja Bupati Polewali Mandar, khususnya dalam isu penanganan stunting, kesehatan untuk semua, pengurangan sampah dan banjir, sert...

Idul Fitri sebagai Peristiwa Sosial dan Budaya

Oleh Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman)   Suatu ketika sekitar saat mahasiswa awal, menjelang libur Ramadhan, saya ajukan tantangan pada teman-teman kos; “ayo, siapa berani memutuskan sedikit “urat rindu” dengan cara tidak pulang kampung sampai lebaran”? Meski tidak ada jawaban tegas, tapi akhirnya, memasuki Ramadhan ada dua teman yang nampaknya tidak mudik.   Demikianlah, sekitar sepuluh pertama Ramadhan kami telah kehabisan amunisi; uang, minyak tanah, dan bahan makanan. Wesel Pos tak datang-datang. Kami belum begitu terbiasa menjalani hidup di kota sebagai mahasiswa rantau masih besar malunya. Kami harus survival ke masjid untuk buka puasa. Berbuka sekaligus juga sebagai sahur.   Kami punya sebuah gitar milik teman yang mudik, tetapi tanpa senar 1, 2 dan 3. Saya berinisiatif menggunakan tali kopling motor sebagai pengganti senar agar dapat digunakan. Dengan gitar itu, setiap sore saya bernyanyi beberapa lagu yang itu-itu saja, berulang. Tetapi kadang air mata...