Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Setiap kali bulan Ramadhan tiba, ruang publik dipenuhi oleh berbagai percakapan yang tampak serupa dari tahun ke tahun. Media memberitakan kenaikan harga bahan pokok, pemerintah membahas stabilitas pangan, televisi menayangkan program religi. Dan media sosial dipenuhi dengan konten dakwah, kuliner berbuka, atau tips menjalani puasa dengan sehat. Dalam waktu yang relatif singkat, masyarakat seolah berbicara tentang topik-topik yang hampir sama. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik. Mengapa isu-isu tertentu selalu menjadi pusat perhatian selama Ramadhan, sementara banyak aspek lain dari bulan suci ini justru jarang dibicarakan? Siapa sebenarnya yang menentukan isu apa yang dianggap penting dalam percakapan publik tentang Ramadhan? Pertanyaan ini dapat dijelaskan melalui teori agenda setting yang dikembangkan oleh Maxwell McCombs. Dalam teori ini, media tidak selalu menentukan apa yang harus dipikirkan oleh masyarakat, tetapi media sangat ...