Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Suatu siang di bulan Ramadhan, seorang pegawai kantor sedang duduk di ruang kerja bersama beberapa rekannya. Di meja sebelah, seorang kolega yang tidak berpuasa sedang makan siang. Situasi itu berlangsung biasa saja. Tidak ada yang memprotes, tidak ada pula yang merasa terganggu secara berlebihan. Hanya sesekali muncul percakapan ringan: “Silakan saja makan, tidak apa-apa.” Di tempat lain, mungkin situasinya berbeda. Ada orang yang memilih menahan diri untuk tidak makan di depan teman yang sedang berpuasa. Perbedaan-perbedaan kecil seperti ini menunjukkan sesuatu yang menarik dalam kehidupan sosial. Makna dari suatu tindakan tidak selalu tetap. Ia sering kali dinegosiasikan dalam interaksi sehari-hari. Dalam perspektif interaksi simbolik, manusia tidak hanya hidup dalam dunia fisik, tetapi juga dalam dunia makna. Makna itu tidak hadir begitu saja secara otomatis. Ia terbentuk melalui proses interaksi sosial. Yakni ketika manusia m...