Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Ada sesuatu yang berubah dalam kehidupan sosial umat Islam ketika bulan Ramadhan. Jam makan bergeser, aktivitas keseharian menyesuaikan waktu berbuka dan sahur, masjid menjadi lebih ramai. Dan percakapan sehari-hari juga dipenuhi ungkapan seperti: “sudah berbuka?” atau “tarawih di mana malam ini?”. Bahkan di ruang publik yang sekuler sekalipun, suasana Ramadhan terasa sebagai pengalaman bersama. Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya praktik ibadah individual, tetapi juga pengalaman sosial yang membentuk identitas kolektif. Dalam teori identitas sosial yang dikembangkan oleh Henri Tajfel, manusia memahami dirinya tidak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari kelompok tertentu. Identitas sosial terbentuk ketika seseorang merasa menjadi anggota suatu komunitas. Mungkin agama, bangsa, atau kelompok budaya. Di sana mereka berbagi simbol, nilai, serta praktik yang sama dengan anggota lain. Ramadhan menjadi salah satu m...