Langsung ke konten utama

Warek 1 Unasman Ramah Tamah bersama Masyarakat Desa Luyo

 

Pose bersama mahasiswa KKN, Pejabat Unasman, dan Pemdes Luyo

andankji.com~Polman. Mengakhiri masa mengabdi, mahasiswa KKN PUMD Unasman Angkatan 40 Desa Luyo, mengadakan malam ramah tamah bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Luyo pada Senin 24 Februari 2025. Kegiatan dihadiri Warek 1 Unasman, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dosem Pembimbing Lapangan, Kepala Desa, para kepala dusun, imam desa, tokoh, pemuda, warga masyarakat dan sejumlah undangan dari desa tetangga, 

Koordinator Desa KKN Luyo, Adam, dalam sambutannya berharap apa yang dilakukan oleh mahasiswa selama kurang lebih 40 hari melalui pelaksanaan seluruh program kerja, dapat bermanfaat bagi masyarakat Luyo dan terutama bagi mahasiswa sendiri.

Mewakili Unasman, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ahmad Al-Yakin, S.Ag., M.Pd, menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Luyo yang telah menerima mahasiswa dengan baik. 

Warek 1, menyampaikan sambutan

“Ke depan Unasman terbuka untuk kerja sama dalam tridharma secara lebih kongkrit. Dan kita sangat berharap kolaborasi akan semakin terbangun antara Unasman, pemerintah desa dan masyarakat”. Ungkap Warek yang akrab disapa Yakin.

Selain itu Yakin berharap mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang telah diperoleh selama masa KKN. seperti nilai gotong royong, persatuan, nilai mala’bi, agar memperoleh kecerdasan intelektual, berkarakter serta terampil dalam teknologi.

Yakin juga mengajak masyarakat, kiranya dapat menjadikan Unasman sebagai pilihan prioritas dalam pengembangan pendidikan bagi generasi Luyo.

Kades Luyo, Muh. Roy SE., dalam sambutannya menyatakan bahwa apa yang direncanakan dalam program kerja dapat terealisasi seluruhnya, dan semua pihak turut andil dan bersinergi dengan baik.

Kades Luyo, sedang memberikan sambutan

“Kami menyampaikan ke anak KKN bahwa ini bukan akhir tetapi baru awal, kelak akan ada suasana dan tantangan baru yang dihadapi mahasiswa. Kami Pemdes berharap yang negatif dari Desa Luyo buanglah, yang positif bawalah ke kampus dan ke kehidupan lainnya. Kalau bisa diimplementasikan, itu kebanggaan bagi desa”. Ungkap kades yang muda dan energik ini.

Roy juga mengapresiasi karena Pejabat Unasman sempat hadir ke Desa Luyo dalam ramah tamah. Kebanggaan dapat dikunjungi oleh pejabat kampus. Roy juga menjawab ajakan Warek, bahwa Kades siap mengajak masyarakat kuliah ke Unasman.

“Kami mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dari kami, aparat desa dan masyarakat. Ingatlah kami, jangan lupakan. Lebih baik lagi bila ada yang dapat tinggal menjadi warga Luyo”, kata Roy menutup.sambutannya.

Para Peserta KKN Desa Luyo

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rahma Muin, SE., M.Si., dalam wawancara menjelaskan bahwa semua Program Kerja terlaksana. Ada 9 program individu, dan 1 program kelompok. Juga ada penyerahan bantuan berupa: produk pertanian, alat olahraga, papan arah jalan situs sejarah Allanungan Batu, dan papan nama 3 posyandu.

Kegiatan dimeriahkan dengan pentas tari dari SMP Luyo, Gambus + Qasidah pimpinan Imam Desa Luyo, serta penyerahan hadiah beberapa cabang lomba yakni azan, tadarrus, hafalan surat pendek, barzanji, karaoke, dan takraw. Juga karokean duet Warek 1 dan Kaprodi Ilmu Komunikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...