Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN Unasman Gelar Seminar Akademi Hukum di Desa Tuttula

Pose bersama Narasumber, Pemdes dan Peserta

andankji.com~Polman. Mahasiswa Kuliah Kerja Kyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman)  angkatan XL tahun 2025 menyelenggarakan program kerja "Seminar Akademi Hukum untuk Remaja", pada Kamis 06 February 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerja dari mahasiswa KKN PUMD (Program Unasman Membangun Desa) di Desa Tuttula Kec. Tapango Kab. Polewali Mandar.

Kegiatan seminar akademi hukum untuk remaja ini diharapkan mampu menambah wawasan  para remaja mengenai hukum dan memberikan kesadaran akan pentingnya memahami hukum yang berlaku di Indonesia. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Karang Taruna Desa Tuttula, aparat desa, dan masyarakat. 

Abd. Rahman S, selaku Koordinator Desa Tuttula KKN PUMD, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hasil dari observasi dan saran dari remaja setempat dalam hal ini karang taruna. 

"Kegiatan seminar ini merupakan saran dan masukan dari teman-teman karang taruna, dan hasil observasi kami sendiri. Namun di sisi lain kami juga meminta kepada pemateri kiranya mampu membagi sub tema dalam seminar ini, karna kami juga mendapatkan saran dari aparat desa tentang UU Desa yang baru agar bisa diberikan pemahaman lebih lanjut", ujarnya.

Warga yang hadir dalam kegiatan ini tampak antusias. Salah seorang masyarakat yang hadir mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama bagi remaja sebagai tempat menambah wawasan tentang hukum.

"Sudah seharusnya remaja sebagai generasi penerus harus paham dan sadar akan pentingnya hukum", ujar Argen salah seorang warga".

Kegiatan ini menghadirkan narasumber langsung dari dosen FISIP Universitas Al Asyariah Mandar yaitu ibu Nur Fitrah, S.H, M.H, yang juga sebagai Kaprodi Ilmu Pemerintahan dan Bapak Ahmad Saleh, S.IP, M.AP.

:: Kontributor: Abd. Rahman S.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...