Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN Unasman Desa Kunyi Lakukan Workshop Etika Bermedia Sosial untuk Pelajar

Bersama beberapa peserta dan mahasiswa

andankji.com ~ Polman. Mahasiswa KKN-XL PUMD Unasman Posko Desa Kunyi Kecamatan Andreapi melakukan kegiatan Workshop bertema: "Etika Bermedia Sosial untuk Pelajar", yang dilaksanakan di SMP Negeri Satap Kunyi, dihadiri oleh siswa-siswi sekolah tersebut. Kegiatan berlangsung pada 8 Februari 2023, pukul 09.30 - 11.30 wita, sebagai salah satu dari program kerja KKN, dan dihadiri oleh semua peserta KKN yang dikoordinir oleh Kordes Muhammad Faqih Muqaddam.

Koordinator kegiatan, Neclin Sirua Matangkin, menjelaskan bahwa tujuan workshop ini dilaksanakan adalah untuk memberikan wawasan serta motivasi kepada anak-anak pelajar agar mereka tidak sembarang menggunakan media sosial.

Ibu Rahma B, A.Ma, sebagai guru sekaligus yang mewakili unsur pimpinan SMP Satap Kunyi, sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dampak buruk dari media sosial mesti diperkenalkan lebih awal kepada anak-anak di usia SMP.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Unasman, karena telah berinisiatif melakukan kegiatan ini di sekolah kami. Etika bermedia sosial ini sangat penting disampaikan kepada anak-anak kita, terutama sejak mereka masih berada di bangku SMP”. Ungkap ibu Rahma, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Materi Workshop diantarkan oleh Bapak Dr. Hamdan, M.Ag, dosen Universitas Al Asyariah Mandar, yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan.

Dr. Hamdan, M.Ag, menyampaikan materi

Hamdan menekankan beberapa hal dalam menjaga etika dalam bermedosos. Di antaranya seperti; sikap menghormati perbedaan, tidak menyebarkan pesan yang merendahkan orang lain, bersikap bijak dalam berbagi informasi, menghargai privasi, bersikap dan berkontribusi positif, hindari cyberbullying, dan dapat mengatur waktu.

Mahasiswa ilmu komunikasi yang ikut mendampingi pemateri, Rahmatya, juga turut berpartisipasi memberikan penyegaran (ice breaking) untuk mengkondisikan dinamika forum dan fokus peserta. 

Meskipun dalam kondisi hujan, kegiatan dapat berlangsung dengan baik, lancar dan penuh antusias dari peserta.

Kontributor: Neclin Sirua Matangkin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...