Langsung ke konten utama

Peneliti Unasman Kembangkan Sistem Pakar Probabilistik untuk Deteksi Penyakit Tanaman Kopi

andankji. com ~ Mamasa -- Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman populer di seluruh dunia, tetapi juga menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Sayangnya, produktivitas kopi sering terkendala oleh serangan berbagai penyakit tanaman yang merugikan petani. 

Selama ini, proses identifikasi penyakit masih mengandalkan pengalaman petani atau tenaga penyuluh, metode yang dinilai memakan waktu, tenaga, dan rawan kesalahan diagnosis.

Wawancara dengan petani kopi

Menjawab persoalan tersebut, tim penelitian Unasman dalam bidang Teknik Informatika melahirkan sebuah inovasi berupa sistem pakar berbasis probabilistik untuk mendeteksi penyakit tanaman kopi. 

Sistem ini mengombinasikan dua metode komputasi cerdas: Breadth First Search (BFS) untuk menelusuri kemungkinan penyakit berdasarkan gejala, serta Naïve Bayes untuk menghitung probabilitas diagnosis.

Dosen peneliti mengidentifikasi gejala penyakit

Penelitian ini diketuai oleh Ul khairat, S.Kom., M.Kom (Dosen), bersama 4 anggota; Yudhi Adhitya, S.T., M.Kom., Ph.d (Dosen), Muhammad Assidiq, SE., M.Pd (Dosen), Muh. Ramadhan (Mahasiswa), Yupida Dimbak (Mahasiswa). 

“Harapannya, sistem ini bisa menjadi alat bantu praktis bagi petani kopi, terutama di daerah yang sulit dijangkau tenaga penyuluh. Dengan aplikasi berbasis Android, petani cukup memasukkan gejala yang terlihat, lalu sistem akan memberikan hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan,” jelas salah seorang peneliti.

Memeriksa biji kopi yang dengan gejala busuk

Penelitian menunjukkan, sistem mampu mengidentifikasi lima penyakit utama kopi—Karat Daun, Bercak Daun, Nematoda, Jamur Upas, dan Penyakit Akar—dengan tingkat akurasi 66,7 persen

Angka ini dianggap cukup tinggi, mengingat data yang digunakan masih terbatas pada hasil observasi lapangan dan wawancara pakar.

Keunggulan lain dari sistem ini adalah kemampuannya tetap bekerja meskipun data gejala yang dimasukkan tidak lengkap. Hal ini dinilai penting karena di lapangan petani sering hanya mampu mengenali sebagian gejala. 

Identifikasi daun kopi yang menguning

Dengan demikian, sistem dinilai lebih realistis dan sesuai dengan kondisi perkebunan kopi, khususnya di Desa Siwi, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa.

Lebih lanjut, sistem ini tidak hanya menampilkan hasil berupa jenis penyakit, tetapi juga tingkat keyakinan diagnosis. Petani dapat mengetahui penyakit yang menyerang tanamannya sekaligus mempertimbangkan langkah penanganan yang lebih tepat.

Ketua tim penelitian, Ul Khairat, S.Kom., M.Kom., menyebut temuan ini sebagai bagian penting dari digitalisasi pertanian. “Inovasi ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan bisa hadir langsung di tangan petani, membantu mereka mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada penambahan fitur Natural Language Processing (NLP) agar petani dapat memasukkan gejala menggunakan bahasa sehari-hari. 

Langkah ini diharapkan memperkuat fungsi deteksi dini penyakit kopi sekaligus menjadi strategi mitigasi sejak fase budidaya. (ila) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Penuh Antusias

Aktivitas Latihan Gerak Jalan, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq andankji.com - Polewali Mandar . ~   Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, MTs Maarif NU Pulau Salamaq menyambut hari bersejarah ini dengan semangat dan kebanggaan. Seperti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar, bahkan di seluruh Indonesia, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai kegiatan. Para guru dengan tekun melatih siswa mengikuti beragam perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba gerak jalan. Persiapan upacara bendera pun dilakukan secara khidmat, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa. Marsyud Husain Dawai, guru MTs Pulau Salamaq, menjelaskan:  " Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, gerak jalan ini juga mengajarkan kepada siswa tentang perjuangan para pahlawan yang berjalan jauh dalam merebut kemerdekaan". Marsyud Husain Dawai,  guru MTS Pulau Salamaq Kepala Sekolah MTs Ma'arif NU Pulau Salama...

HMTI Unasman Selenggarakan Malam Inagurasi Enc24ption Angkatan 24

MC sedang Memandu Acara Inagurasi  Enc24ption andankji.com~Polman. Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Al Asyariah Mandar (HMTI UNASMAN) menggelar Malam Inagurasi Enc24ption di Gedung Auditorium Universitas Al Asyariah Mandar, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu 22 Febuari 2025. Menurut Dwi Candra, Ketua Umum HMTI, malam inagurasi ini merupakan penyambutan mahasiswa baru dan perkenalan kepada orang tua dan pihak kampus. Sekaligus menjadi wadah bagi pengurus HMTI untuk menyalurkan bakat mereka. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 Unasman, Bapak Dr. Ahmad Al-Yakin, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri oleh Kepala Biro Aksi, Kaprodi Teknik Informatika dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Unasman. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh orang tua mahasiswa Angkatan 24 Teknik Informatika. Di tempat yang sama, Adil Islam selaku ketua panitia menyatakan harapannya terhadap HMTI Unasman, agar semakin berkembang dan sukses selalu.  "Harapan saya semoga HMTI ini semakin berkembang d...

Seminar dan Dialog di Pantai Babatoa: Menguatkan Kearifan Lokal dan Komitmen Lingkungan

Suasana Pembukaan Seminar dan Dialog a ndankji.com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa dan komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan menggelar Seminar dan Dialog bertema "Ekosistem, Manusia Pesisir, dan Kearifan Lokal", Sabtu pagi, 21 Juni 2025, di Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) bersama Komunitas Laut Biru. Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Syariat Tajuddin, seorang akademisi sekaligus pakar budaya lokal, serta Muh. Putra Ardiansyah, pendiri Komunitas Laut Biru. Keduanya berbagi pandangan tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Dalam sambutannya, Camat Campalagian, Muhdar, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, yang selaras dengan program 100 hari kerja Bupati Polewali Mandar, khususnya dalam isu penanganan stunting, kesehatan untuk semua, pengurangan sampah dan banjir, sert...