Langsung ke konten utama

Lakukan Pengenalan dan Penanaman TOGA, Mahasiswa KKN Unasman Menyasar Siswa


Polman-andankji.com. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan 35 Kelompok Desa Bumiayu melaksanakan program penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di SDN 020 Kebunsari pada Senin 12 September 2022. Pelaksanaan program ini didukung penuh oleh Kepala Sekolah SDN 020 Kebunsari.

“Penanaman TOGA ini sangat bermamfaat. Hasil dari TOGA ini nantinya dapat dibuat sebagai obat-obatan dan juga dijual sebagai bahan dasar membuat jamu,” ujar Syamsu Naim, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 020 Kebunsari.

Pelaksanaan penanaman Tanaman Obat Keluarga dilakukan bersama-bersama siswa kelas 4 SDN 020 Kebunsari. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan pemahaman siswa tentang pentingnya tanaman obat keluarga khusunya bagi Kesehatan. Tanaman yang tercakup dalam TOGA ini dapat dimamfaatkan sebagai obat tradisional berupa jamu.

Sebelumnya, pada Minggu 11 September 2022, mahasiswa KKN Unasman melakukan pembersihan lahan.

Koordinator Desa KKN-PUMD Bumiayu, Zulfia Ibrahim, mengatakan bahwa kegiatan penanaman TOGA dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap apa yang mereka lakukan.

“Setiap siswa kelas 4 menanam setidaknya dua tanaman, dan masing-masing dari mereka akan bertanggung jawab dengan tanaman yang mereka tanam. Misalnya menyiram tanamannya setiap pagi hingga perawatan lainnya. Hal tersebut disambut antusias oleh para siswa. Para siswa memberi penanda pada tanaman mereka masing-masing”, ujar Zulfia.



Kegiatan pertama dilakukan dengan memberikan edukasi terkait TOGA, selanjutnya dilakukan praktek penanaman. Ada enam jenis tanaman obat tradisional yang di tanam dan dikenalkan mamfaatnya kepada para siswa yaitu; kunyit, lidah buaya, serai, kencur, lengkuas dan kumis kucing. Kegiatan penanaman TOGA diharapkan dapat diterapkan oleh para siswa di kehidupnnya sehari-sehari.

“Menanam bersama teman-teman sangat seru”, ucap salah satu siswa dengan antusias.

Pada akhir kegiatan para siswa diperkenalkan salah satu produk olahan dari TOGA yaitu minuman tradisional Sara'ba.


Rilis, Zulfia Ibrahim (Mahasiswa KKN-PUMD Unasman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...