Kita dan Short Video
Oleh: Hamdan eSA Di tengah derasnya arus informasi dan derasnya kompetisi atensi, masyarakat hari ini hidup dalam zaman yang ditandai oleh kecepatan ( speed y ) dan keringkasan ( b revity ) . Kita menyaksikan sebuah pergeseran besar dalam kebudayaan, yakni; orang lebih tertarik menonton potongan video berdurasi ringkas ketimbang membaca artikel panjang, mendengarkan ceramah utuh, atau menyimak diskusi mendalam. Fenomena ini bukan sekadar tren media sosial, melainkan representasi dari karakteristik zaman yang bisa disebut sebagai era instan, visual, dan algoritmik , sebuah masa di mana kecepatan mengalahkan kedalaman dan impresi menggeser refleksi. Video ringkas , seperti yang beredar di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, atau Facebook Stories , bagaikan gula digital yang mengaktifkan dopamin dengan cepat di dalam otak. Ia mudah dikonsumsi, ringan, menyenangkan, dan seringkali minim tuntutan intelektual. Tidak membutuhkan konsentrasi panjang, tidak menuntut komitmen serius...