Langsung ke konten utama

Prodi Ilmu Komunikasi Unasman Gelar Pembekalan PPL di Gedung MK

andankji.com ~ Polewali Mandar Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menggelar kegiatan pembekalan bagi mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) pada Sabtu, 5 Juli 2025, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Unasman.

Pose Bersama Peserta dan Narasumber

Kegiatan ini diikuti oleh 21 mahasiswa yang akan melaksanakan PPL di lima lokasi mitra, yakni Fajar TV Makassar, Dinas Kominfo Kabupaten Polewali Mandar, Kantor Bupati Polewali Mandar, Kantor Kementerian Agama Polewali Mandar, serta Kantor Bawaslu Polewali Mandar.

Pembekalan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Unasman, Dr. Muhammad Massyat, S.Sos., M.I.Kom. Turut hadir pula pejabat struktural FISIP, antara lain Wakil Dekan Muhammad Syaeba, S.S., M.M., Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Dr. Hamdan, M.Ag., dan Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Nur Fitrah, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Massyat menegaskan bahwa kegiatan PPL bukan sekadar ajang bersosialisasi, tetapi merupakan upaya strategis dalam memperluas wawasan, menambah pengalaman, sekaligus menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Beberapa peserta untuk ke Makassar dan Polewali

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag., menyampaikan bahwa PPL merupakan bagian penting dari kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi yang menekankan keterhubungan antara teori dan praktik di dunia kerja nyata. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wahana pembelajaran untuk melatih etika kerja, komunikasi profesional, serta kemampuan adaptasi sosial mahasiswa.

"Mahasiswa harus menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap profesional, etis, dan sopan santun. Jangan hanya bekerja, tapi jadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran berharga, sebagaimana namanya Program Pengalaman," tegas Dr. Hamdan.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembekalan oleh Wakil Dekan dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi.

Dengan pelaksanaan PPL ini, diharapkan mahasiswa mampu memperkuat kompetensinya sebagai calon komunikator profesional yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. (hm&)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...