Langsung ke konten utama

Bupati Polman Ajak Unasman Perkuat Sinergi Bangun Daerah dalam Seminar Pembangunan Desa dan Halal bi Halal

Acara Seminar dan Halal bi Halal Unasman

andankji.com ~ Polman. Bupati Polewali Mandar (Polman), H. Samsul Mahmud, kembali menyapa civitas akademika Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) setelah 18 tahun, dalam kegiatan Seminar Pembangunan Desa dan Halal bi Halal yang digelar Selasa (23/4) yang dihelat di kampus biru.

Dalam suasana nostalgia sebagai alumni, melalui sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun daerah.

"Meskipun saya sudah lama tidak kembali ke kampus ini, saya tetap merasa bagian dari keluarga besar Unasman. Bahkan, ketika masuk kampus tadi, saya sengaja mencabut atribut jabatan sebagai bentuk penghormatan," ungkapnya di hadapan para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Suasana Pembukaan 

Ia menyebut bahwa Unasman memiliki sumber daya manusia dan talenta yang luar biasa besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa dalam masa kepemimpinannya, pemerintah daerah memberikan prioritas bagi perguruan tinggi untuk ikut mewarnai arah kebijakan lima tahun ke depan.

"Pemda dan perguruan tinggi harus saling membutuhkan. Kami di pemerintahan sangat memerlukan pemikiran dan kontribusi dari para akademisi," ujarnya.

Bupati Polman Memberi Sambutan

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi bersama, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. “Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk Unasman,” tambahnya.

Secara khusus, Bupati berpesan pada mahasiswa untuk tidak berhenti bermimpi. “Saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa menjadi bupati. Tapi dengan niat yang baik dan ikhtiar yang kuat, insyaallah jalan akan terbuka,” katanya menginspirasi.

Sambutan Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar 

Menutup sambutannya, Bupati Polman mengajak sivitas akademika Unasman untuk aktif memberikan dukungan, masukan, bahkan kritik secara konstruktif terhadap jalannya pemerintahan. Ia juga menekankan pentingnya amanah dalam setiap peran.

“Kami butuh dukungan, masukan dan diawasi. Jika ada kekeliruan, kami diarahkan secara konstruktif demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Polewali Mandar. (H&)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...