Langsung ke konten utama

professor dan si gila

















Suatu hari seorang professor ternama sebuah kota, sedang mengendarai sendiri mobilnya. Tepat di depan area Rumah Sakit Jiwa, tiba-tiba ban kiri belakang lepas, dan dengan lincah sang professor mengendalikannya lalu berhenti. Seorang gila sedang berdiri menyaksikannya dari balik sebelah dalam pagar. Professor segera turun mengambil ban mobilnya yang lepas, lalu mencari baut-bautnya. Lama ia mencari tetapi tak satu pun yang tampak. Ia dapat memastikan bila baut-baut itu menggelinding dan jatuh ke dalam selokan pinggir jalan. Sayangnya selokan saat itu sedang berair, busuk dan keruh.

professor berpikir bagaimana mendapatkan baut dalam selokan, lama..., tetapi belum juga ia mendapat ide. Cukup lama ia menatap sedih air selokan yang menyembunyikan bautnya itu. Setelah sekian lama menunggu, orang gila yang menyaksikannya sejak tadi, kini mulai bereaksi.

"Hei, anda professor yang terkenal itu kan?"

"Ya.. kenapa?" Dalam hati professor bangga karena ia begitu terkenal bahkan sampai ke orang gila.

"Seharusnya anda tidak perlu berpikir tentang baut-baut anda yang hilang di selokan. Setiap ban kan ada 4 biji baut. Anda bisa mengambil sebiji baut di masing-masing ban dari 3 ban yang masih terpasang. Jadi nanti setiap ban terpasang dengan menggunakan 3 baut. Itu sudah cukup untuk mencapai bengkel terdekat".

"Eh... kamu orang gila, tapi idemu bagus juga ya...?" Tanya prof penuh heran.

"Heh.. professor... saya ini memang orang gila... tapi saya bukan orang bodoh!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...