Langsung ke konten utama

Program Safari Jumat Berkah dan KUA Mapilli Hadirkan Edukasi Moral di Desa Rappang Barat

Pose bersama KUA Mapilli, Khatib, dan Tokoh Masyarakat.

andankji.com~Mapilli — Program Safari Jumat Berkah yang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mapilli kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan dan penguatan karakter masyarakat. Kegiatan kali ini diselenggarakan di Desa Rappang Barat pada Jumat, 12 September 2025, dengan melibatkan pengurus DKM/BKM setempat serta tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Bahrul Afif, S.Ag., M.Ag bertindak sebagai pembicara sekaligus khatib Jumat, menyampaikan materi bertajuk "Manusia dan Tingkat Intelektualitasnya". Materi ini menekankan pentingnya pengembangan nalar kritis publik agar masyarakat tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan tantangan sosial yang berkembang di tengah kehidupan modern.

Khutbah dan sesi pembinaan difokuskan pada berbagai persoalan aktual yang dihadapi keluarga dan masyarakat, antara lain krisis moral anak di era digital, pencegahan penyakit hati seperti iri, dengki, dan kesombongan, serta pentingnya keteladanan kepemimpinan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Mimbar khutbah Jumat diposisikan bukan sekadar sebagai sarana ibadah rutin, melainkan juga sebagai ruang edukasi moralitas keluarga dan etika sosial.

Bahrul Afif bertindak sebagai Khatib/Pembicara Safari Jumat Berkah

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pengurus DKM/BKM lokal yang berperan aktif dalam pelaksanaan dan penguatan tindak lanjut pembinaan keagamaan di lingkungan warga. Sinergi antara program Safari Jumat Berkah, KUA Kecamatan Mapilli, dan pengurus masjid dinilai mampu memperkuat tata kelola kehidupan keagamaan masyarakat secara lebih partisipatif.

Secara langsung, rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap penyelesaian berbagai persoalan moral masyarakat, memperkuat kesadaran etika sosial, serta mendorong terciptanya tata kelola keagamaan yang lebih baik di tingkat desa. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam mengikis stigma "menara gading" terhadap institusi kampus, karena kehadiran akademisi dan tenaga intelektual dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

Muhammad Bahrul Afif, S.Ag., M.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun kepekaan sosial, serta menjadikan dakwah dan pendidikan publik dapat bersinergis.

"Bagi saya selaku penceramah, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mengasah kepekaan sosial, memperdalam pemahaman terhadap problematika masyarakat akar rumput, serta memperkuat komitmen bahwa dakwah dan pendidikan publik harus berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang beriman, beretika, dan berdaya pikir kritis." Tegas Afif.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Safari Jumat Berkah, KUA Kecamatan Mapilli, dan elemen masyarakat lokal, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan sebagai model pembinaan keagamaan yang edukatif, solutif, dan responsif terhadap tantangan sosial di era digital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...