Langsung ke konten utama

Dosen Unasman Memberi Sosialisasi Etika Bermedsos

Foto Bareng Pasca Kegiatan Sosialisasi

andankji.com, Polman ~ Relawan TIK Indonesia Sulawesi Barat Polewali Mandar, mengadakan kegiatan sosialisasi tentang etika beromunikasi dalam bermedia sosial bagi para pemuda". Acara ini berlangsung 12 Februari 2024 di Masjid Muslim Pancasila, Kelurahan Manding, dan menghadirkan narasumber Masyhadiah, S.I.Kom., M.I.Kom., seorang dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).

Masyhadiah, dalam paparannya, menekankan pentingnya etika komunikasi dalam bermedia sosial. "Di era digital ini, pemuda harus memahami bagaimana berkomunikasi dengan baik dan bertanggung jawab di media sosial", ujarnya. Beliau menjelaskan bahwa etika komunikasi tidak hanya menjaga hubungan baik antar pengguna media sosial, tetapi juga melindungi diri dari potensi negatif yang timbul akibat penggunaan media sosial yang kurang bijak.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda mengenai cara berkomunikasi yang sopan dan bertanggung jawab di media sosial. Selain itu, sosialisasi ini juga membahas tentang dampak positif dan negatif media sosial, serta cara menangkal informasi hoaks yang kerap beredar. Masyhadiah memberikan contoh-contoh konkret dan interaktif agar materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para pemuda di Kelurahan Manding. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi. "Acara ini sangat bermanfaat karena memberikan kami pengetahuan baru tentang bagaimana seharusnya berperilaku di media sosial", ujar salah satu peserta.

Relawan TIK Indonesia Sulawesi Barat berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pemuda di wilayah lainnya. "Kami ingin membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Sosialisasi seperti ini adalah langkah awal yang penting", kata Yusriah, Relawan TIK dalam wawancara terpisah.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para pemuda semakin paham akan pentingnya etika dalam berkomunikasi di media sosial dan mampu menjadi contoh positif bagi pengguna lainnya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...