Langsung ke konten utama

Se Pohon Jambu

Cerita Mini (Cermin)
Hamdan eSA



Entah sejak kapan aku mulai senang duduk santai di bawah pohon jambu sebelah teras rumah, setiap hari saat senja menjelang. Tiba-tiba aku merasa, berada di tempat itu lebih wajib dari makan dan tidur. 

Awalnya di bawah pohon itu aku hanya senang menikmati masa-masa transisi saat matahari terbenam di barat dan purnama muncul di timur. Kebetulan saja rumahku sedikit di ketinggian menghadap timur. Dari bawah pohon jambu akan dapat menikmati keduanya. Purnama muncul dari balik anggrek di depan rumah, tepat saat mentari benam di ujung persawahan. 

Makin asik lagi di penghujung senja, dimana kicauan burung semakin ramai. Mereka seperti saling berebut tempat untuk menyambut malam. Tak ada pilihan lain bagi mereka kecuali tidur. Sayangnya peristiwa itu hanya terjadi sekali sebulan.

Suatu ketika musim jambu tiba. Setiap hari ibu sibuk menyapu bunga jambu yang berguguran. Tak terasa membentuk buah. Sebenarnya aku kurang peduli lagi pada jambu. Soalnya pohon jambu itu sudah berbuah sejak aku lahir. Dua kali lebih tua dariku. 

Hingga akhirnya, buah-buah jambu mulai matang. Meski belum betul-betul matang, ada beberapa yang mulai jatuh dan terguling mencapai tepi bunga bambu yang berfungsi sebagai pagar pembatas. Sore hari, dari jendela aku melihat dia, Bulan, berusaha menggapai-gapai sebiji jambu dari balik pagar bunga bambu itu.

Aku terkejut. Astaga...! Dia si gadis rumah. Ya, gadis rumah, karena Bulan jarang keluar rumah. Gadis manis yang baru hampir setahun balik dari negeri rantau. Aku melompat lewat jendela dan berlari secepatnya, jongkok meraih jambu itu. Dia terkejut. Kami sama-sama berdiri berhadapan di batasi bunga bambu. Dia tersenyum malu-malu. Aku tersenyum penuh gelora.

“Kamu suka jambu? Yang ini belum begitu matang. Aku akan panjat dan mengambilkanmu yang pas matangnya. Berapa pun yang kamu mau.” Aku mencoba menawarkan padanya.

“Hmm... Gak perlu banyak-banyaklah. Cukup dua-tiga biji. Tapi ...”

“Tapi kenapa?”

“Tapi tiap hari boleh kan? Hehehe...”

“Boleh. Tapi makannya di sini.”

Begitulah. Setiap sore selama musim jambu kami bersama di bawah pohon jambu. Mungkin sejak itulah, pohon jambu mulai membuka cerita baru. Cerita tentang rasa. Rasa jambu, rasa hati dan rasa senja. 

Hingga musim jambu berlalu, kami masih selalu berkesempatan di tempat itu. Aku, sebagaimana dia, menjadi sangat gelisah jika beberapa hari saja tidak bertemu di bawah pohon jambu. Diam-diam, aku bahkan mulai rutin berdoa setelah shalat ashar sebelum menuju pohon jambu;

“Tuhan, jika engkau sengaja memperpanjang usia jambu ini untuk mempertemukanku dengan dia, maka sudilah kiranya engkau panjangkan pula usia kebersamaan kami.”

 

Samata, 01 Nopember 2014



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Penuh Antusias

Aktivitas Latihan Gerak Jalan, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq andankji.com - Polewali Mandar . ~   Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, MTs Maarif NU Pulau Salamaq menyambut hari bersejarah ini dengan semangat dan kebanggaan. Seperti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar, bahkan di seluruh Indonesia, MTs Ma'arif NU Pulau Salamaq turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai kegiatan. Para guru dengan tekun melatih siswa mengikuti beragam perlombaan khas Agustusan, salah satunya lomba gerak jalan. Persiapan upacara bendera pun dilakukan secara khidmat, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa. Marsyud Husain Dawai, guru MTs Pulau Salamaq, menjelaskan:  " Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan, gerak jalan ini juga mengajarkan kepada siswa tentang perjuangan para pahlawan yang berjalan jauh dalam merebut kemerdekaan". Marsyud Husain Dawai,  guru MTS Pulau Salamaq Kepala Sekolah MTs Ma'arif NU Pulau Salama...

HMTI Unasman Selenggarakan Malam Inagurasi Enc24ption Angkatan 24

MC sedang Memandu Acara Inagurasi  Enc24ption andankji.com~Polman. Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Al Asyariah Mandar (HMTI UNASMAN) menggelar Malam Inagurasi Enc24ption di Gedung Auditorium Universitas Al Asyariah Mandar, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu 22 Febuari 2025. Menurut Dwi Candra, Ketua Umum HMTI, malam inagurasi ini merupakan penyambutan mahasiswa baru dan perkenalan kepada orang tua dan pihak kampus. Sekaligus menjadi wadah bagi pengurus HMTI untuk menyalurkan bakat mereka. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 Unasman, Bapak Dr. Ahmad Al-Yakin, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri oleh Kepala Biro Aksi, Kaprodi Teknik Informatika dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Unasman. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh orang tua mahasiswa Angkatan 24 Teknik Informatika. Di tempat yang sama, Adil Islam selaku ketua panitia menyatakan harapannya terhadap HMTI Unasman, agar semakin berkembang dan sukses selalu.  "Harapan saya semoga HMTI ini semakin berkembang d...

Seminar dan Dialog di Pantai Babatoa: Menguatkan Kearifan Lokal dan Komitmen Lingkungan

Suasana Pembukaan Seminar dan Dialog a ndankji.com ~ Polewali Mandar — Mahasiswa dan komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan menggelar Seminar dan Dialog bertema "Ekosistem, Manusia Pesisir, dan Kearifan Lokal", Sabtu pagi, 21 Juni 2025, di Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) bersama Komunitas Laut Biru. Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Syariat Tajuddin, seorang akademisi sekaligus pakar budaya lokal, serta Muh. Putra Ardiansyah, pendiri Komunitas Laut Biru. Keduanya berbagi pandangan tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Dalam sambutannya, Camat Campalagian, Muhdar, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, yang selaras dengan program 100 hari kerja Bupati Polewali Mandar, khususnya dalam isu penanganan stunting, kesehatan untuk semua, pengurangan sampah dan banjir, sert...