Langsung ke konten utama

Rektor Unasman Menerima Anugrah Diktiristek 2023

 

Penerimaan Anugrah Diktiristek 2023

andankji.com -- Polman ~ Jelang akhir tahun 2023, bakal ditutup dengan Indah oleh Universitas Al Asyariah Mandar. Kampus yang berada di Polewali Mandar Sulawesi Barat ini mencatatkan prestasi membanggakan dalam Anugerah Diktiristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2023.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Malam Anugerah Diktiristek pada hari Rabu (13/12/2023) bertempat di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta. Anugerah tersebut mencakup Anugerah Kerjasama, Humas, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sumber Daya, Kelembagaan, Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Jurnalis dan Media.

Dalam anugerah tertinggi tersebut, Kampus dengan slogan “Mengabdi Untuk Semua” di bawah Pimpinan Rektor Dr Chuduriah Sahabuddin mendapatkan penghargaan sebagai pemenang ke tiga untuk kategori Bidang Penguatan Pariwisata dengan sub kategori penguatan pariwisata, dimana pemenang pertama dari kaegori tersebut diraih Institut Teknologi Telkom Purwokerto dan Pemenang Kedua Institut Seni Indonesia Surakarta.

Penghargaan yang diterima langsung oleh Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin mengungkapkan melalui via WAGs: “ini tidak akan ada artinya tanpa dukungan penuh dari ketua Yayasan Annangguru KH. Syibli Sahabuddin yang senantiasa mensupport kami, membimbing kami, untuk pengembangan perguruan tinggi. Dan ini juga tidak terlepas dari kekompakan tim Matching Fund yang ada di Unasman, juga dukungan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Polewali Mandar”.

Lanjut Chuduriah Sahabuddin; “prestasi membanggakan ini tidak hanya menegaskan mutu dan keunggulan kampus Unasman di Sulawesi Barat, tetapi juga membuktikan kualitas Unasman yang mampu bersaing di kancah Nasional dengan perguruan tinggi lainnya baik itu dari perguruan negeri di Indonesia”.

Ketua Yayasan KH Syibli Sahabuddin turut mengapresiasi akan capaian Rektor Unasman Bersama Tim, “Ini merupakan bentuk apresiasi dari Dikti terutama dalam hal pengabdian kepada Masyarakat. Saya harap ke depannya kita dapat meningkatkan kinerja agar bisa mendapatkan berbagai anugerah penghargaan, tidak hanya di kategori penguatan pariwisata saja, melainkan juga kategori lainnya seperti penelitian, pengabdian, publikasi, jurnalistik, media, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi apabila tidak dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, sinergitas serta potensi yang ada di Unasman itu harus terus tumbuh,Tegasnya”.

Anugerah Diktiristek sendiri merupakan apresiasi kepada pemangku kepentingan pendidikan tinggi, riset, dan teknologi dalam mendukung transformasi pembelajaran di Indonesia. Penghargaan atau awards dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga layanan pendidikan tinggi, mitra dari kementerian atau lembaga, dunia industri, serta jurnalis dan media.

Sumber. Abid_HumasUnasman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...