Langsung ke konten utama

Mahasiswa Tanpa Buku? Diskusi Perdana Kelompok Studi Mahasiswa Polman

Suasana diskusi Kelompok Studi Mahasiswa Polman

Polewali-andankji.com -- Kelompok Studi Mahasiswa Polman melakukan kegiatan pertamanya di Kampus Unasman. Kegiatan diskusi dan sharing session dengan tema "Mahasiswa Tanpa Buku?". Kegiatan berlangsung baik dan penuh spirit pada Rabu sore 6 Maret 2023 di Pelataran Masjid Unasman.

Ide pembentukan kelompok studi ini, berangkat dari sebuah keresahan melihat kondisi objektif kehidupan bermahasiswa di Polewali Mandar. Aktivitas mahasiswa uumnya hanya sebatas administratif saja dan hilangnya tradisi intelektual yang mestinya menjadi ciri dasar mahasiswa.

Salah satu pengagas Kelompok Studi ini mengatakan bahwa kebanyakan mahasiswa kini enggan untuk bersentuhan dengan buku. Maka kami mahasiswa dari berbagai kampus di Polman berinisiatif membentuk Kelompok Studi Mahasiswa Polman.

"Kegiatan ini buat atas dasar kekhawatiran sekelompok mahasiswa yang melihat kondisi mahasiswa hari ini khususnya di Polewali Mandar. Kondisi mahasiswa yang semakin memprihatinkan terutama dalam aspek keintelektualan. Mahasiswa tidak lagi menjadikan buku sebagai kepentingan utama dalam hal membangun kualitas mahasiswa. Mahasiswa hari ini justru menerjunkan diri dalam kegiatan rebahanisme", Ucap salah satu penggagas.

Dalam pertemuan pertama telah di selenggarakan diskusi sebagai kegiatan pembuka, dengan pengantar narasi oleh Pak Hamdan, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unasman.

Hamdan menyampaikan bahwa di jaman sekarang, cukup berat untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang buku sebagai “senjata” dan identitas utamanya. Harus dimulai dari diri sendiri para anggota kelompok, serta memiliki komitmen dan kesabaran yang tinggi. 

"Misi mulia seperti ini merupakan jalan sulit, dan jalan sulit itu selalu sepi. Olehnya itu anda harus siap dan sabar, karena akan selalu berjalan pada ruang-ruang sepi", kata Hamdan.

Kajur Komunikasi ini juga mengatakan; “target pertama kelompok ini harus dimulai dari yang lebih dasar yakni menciptakan mahasiswa melek pada buku atau bacaan, nanti secara perlahan akan naik ke level cinta buku. Ada adagium yang menyatakan; cinta tak harus memiliki. Ini juga berlaku pada buku, bahwa cinta buku tidak harus memilikinya. Ada banyak wadah untuk membaca, seperti perpustakaan dan berbagai sumber bacaan digital.”.

Senja di pelataran Masjid Unasman, Hamdan juga memberi tantangan bagi anggota kelompok studi untuk membuat "Kado Tahun Baru 2024", berupa sebuah buku kumpulan tulisan dari para mahasiswa Polman.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswi Komunikasi Unasman Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah HUT Lalu Lintas Bayangkara Ke-69

  Artika Ananda Putri, Mahasiswa Ilmu Kounikasi Unasman andankji.com, Polman  ~~ Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Asyariah Mandar (FISIP Unasman). Artika Ananda Putri, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat, dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 tahun 2024. Lomba yang bertemakan "Polantas Presisi Hadir" ini diikuti oleh 40 peserta mahasiswa Perguruan Tinggi se-Sulbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di luar Sulbar yang ber-KTP Sulbar. Artika Ananda Putri mengangkat karya ilmiah berjudul; “Menuju Sulbar Sejahtera: Optimalisasi Regional Traffic Management Centre (RTMC) melalui Gerakan Satu Hari Tanpa Pelanggaran”, yang dinilai unggul dari segi kreativitas gagasan, orisinalitas, analisis, dan sistematika penulisan. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Hamdan, M.Ag, memandang bah...

Ahmadiyah, NII dan Candoleng-doleng

Oleh: Hamdan Akhir Mei 2011 lalu saya berada di sebuah pelosok kampung untuk beberapa waktu. Saat jumatan, sebelum azan dikumandangkan, Kades sebagai aparat dan tentunya mewakili Negara, menyampaikan pengumuman dari pemerintah kepada seluruh warga khususnya umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang mengancam stabilitas kehidupan sosial warga, yakni: (1) tentang hadirnya aliran sesat Ahmadiyah yang mengajarkan adanya nabi setelah Muhammad saw, dan (2) hadirnya Negara Islam Indonesia (NII) yang menginginkan berdirinya Negara Islam secara terpisah dari Negara Kesatuan RI. Kedua hal di atas memfokuskan sasaran penyebaran misinya pada generasi muda. Karenanya jika warga menemukan hal-hal yang mencurigakan, kiranya segera melaporkan ke pemerintah setempat. Sekitar sepuluh hari kemudian, masih di kampong yang sama, saya terjaga saat dini hari pukul 01.30-an karena merasa lapar. Soalnya kemudian bukan soal terjaga, tetapi tak bias tidur setelah perut sudah terisi. Yang menganggu adalah dentuman...

TEOLOGI INTEGRALISTIK (Pendekatan Sejarah)

oleh: Prof. Dr. H.M. Saleh Putuhena Pendahuluan Sejak 1970-an dialog antar umat beragama mulai digiatkan oleh Departemen Agama. Ketika itu Menteri Agama (1972-1977) di jabat oleh Mukti Ali, professor perbandingan agama pada IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Sebagai seorang menteri yang berasal dari kalangan intelektual Muslim , ia sangat peduli pada dua hal penataan masalah pendidikan dan kerukunan umat beragama yang memang menjadi salah satu tugas Departemen Agama sejak didirikan 1946. Selama ini tugas pokok tersebut terkesan diabaikan. Meskipun secara sporadis terjadi konflik antara umat beragama di beberapa daerah terutama setelah 1965. Meskipun dialog atau pertemuan antar umat beragama tetap dilaksanakan secara intensif baik oleh Departemen Agama, maupun oleh organisasi keagamaan, tetapi tampaknya kurang berhasil dalam membina kerukunan antar umat beragama. Konflik antar umat beragama masih tetap juga terjadi. Rangkaian konflik yang terjadi pada penghujung abad XX berupa peri...